Tampilkan postingan dengan label bhs indonesia kelas xi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bhs indonesia kelas xi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Agustus 2019

Published Agustus 06, 2019 by with 2 comments

Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah

Bahasa Indonesia_11.jpg
Squad, banyak lho dari kita yang masih belum mengetahui atau memahami apa itu karya tulis ilmiah. Padahal, sebenarnya itu perlu kamu kuasai karena pasti akan dibutuhkan untuk kegiatan pendidikan dan pekerjaan nantinya. Jadi, daripada bertanya-tanya lagi lebih baik kita mulai saja ya penjelasannya. 
Karya tulis ilmiah adalah tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau kajian suatu masalah oleh seseorang atau kelompok dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan. Juga, biasa disebut sebagai tulisan akademis (academic writing) karena biasa ditulis oleh kalangan kampus perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa.
Karya tulis Ilmiah
Karya Ilmiah (Sumber: alfidy.com)
Jenis-jenis karya tulis ilmiah
  • Artikel adalah tulisan yang berisi pendapat subjektif yang penulisannya tentang suatu masalah atau peristiwa. Dalam konteks ilmiah, artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku yang berisikan artikel. Artikel ilmiah diangkat dari hasil pemikiran dan kajian pustaka ataupun hasil pengembangan sebuah proyek.

  • Makalah adalah karya ilmiah yang menyajikan sebuah masalah yang penyelesaiannya mengandalkan bermacam-macam data yang ada di lapangan. Karya ilmiah ini bersifat empiris dan juga objektif. Dalam penyajiannya, makalah biasanya dipresentasikan dalam sebuah kegiatan seminar.

  • Skripsi adalah karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana (S1)-nya. Skripsi memuat tulisan berisi pendapat penulis dengan mengacu atau berdasarkan teori yang telah ada sebelumnya.

  • Kertas Kerja atau Work paper pada dasarnya sama dengan makalah, namun dibuat dengan analisis yang lebih mendalam dan tajam serta dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan.

  • Paper adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan mahasiswa dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi Diploma, S1, S2 dan atau S3. Sistematika penulisannya pun sama dengan artikel dan makalah, tergantung panduan yang berlaku di perguruan tinggi yang bersangkutan.

  • Tesis adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan program studi S2 atau Pascasarjana yang bersifat lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang didapat dari penelitian yang dilakukan individu yang bersangkutan.

  • Disertasi atau Ph.D thesis diperuntukkan bagi mahasiswa program S3 atau meraih gelar Doktor/Dr. yang mengemukakan analisis yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan dengan data dan fakta yang sahih atau valid dengan analisis yang terinci.Disertasi berisi suatu temuan penulis sendiri yang berupa temuan orisinal.
karya tulis ilmiah

Lanjut Baca
      edit
Published Agustus 06, 2019 by with 0 comment

Unsur-unsur dan Struktur Teks Ceramah

Teks Ceramah
Squad, tentu kalian sering melihat video orang berceramah di televisi, internet, ataupun secara langsung. Lalu, apa sih sebenarnya perbedaan antara ceramah, sambutan, atau khotbah? Secara umum, ceramah, khotbah, dan sambutan merupakan bagian dari pidato. Berarti ketiganya sama-sama kegiatan berbicara di depan umum untuk menyampaikan pikiran, gagasan, atau informasi kepada pendengar yang bersifat persuasif. Akan tetapi, topik yang disampaikan berbeda.
Ceramah dan khotbah adalah pidato yang menyampaikan atau menyiarkan ajaran-ajaran agama, sedangkan sambutan adalah pidato yang disampaikan sebagai pengantar atau pembuka dari suatu kegiatan. Nah, kali ini kita akan membahas secara lebih mendalam mengenai ceramah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ceramah adalah pidato yang menyampaikan pidato ajaran agama. Ajaran-ajaran tersebut dapat berupa nasihat, petuah, petunjuk, ataupun kisah-kisah.
Unsur-unsur Ceramah
1. Penceramah
Penceramah adalah orang yang melakukan kegiatan ceramah. Untuk menjadi penceramah, seseorang harus memiliki ilmu yang mumpuni terhadap materi yang diberikan kepada pendengar.
2. Pendengar
Pendengar merupakan penerima nasihat-nasihat dari penceramah. Dalam hal ini, pendengar bisa siapa saja tidak terbatas status sosial, umur, jenis kelamin, latar belakang, dan lain-lain.
3. Materi
Materi dalam ceramah berasal dari ajaran-ajaran agama. Akan tetapi, ceramah yang bagus adalah ceramah yang mampu membuat pendengar tergugah dan terdorong untuk melakukan nasihat-nasihat yang disampaikan oleh penceramah. Selain itu, materi hendaknya disusun secara sistematis sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar.
4. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah cara-cara yang digunakan seorang penceramah untuk menyampaikan materi. Metode ceramah terbagi menjadi:
  • Impromptu, yakni metode ceramah tanpa persiapan. Biasanya penceramah yang melakukan metode ini sudah memiliki jam terbang berceramah yang cukup tinggi.
  • Menghafal, yakni dilakukan dengan persiapan, kemudian menghafalnya.
  • Membaca naskah, yakni melakukan ceramah dengan naskah lengkap.
  • Ekstemporan, yakni metode ceramah yang menuliskan pokok-pokok pikiran sebagai catatan pengingat.
5. Media Ceramah
Media ceramah adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi kepada pendengar. Ceramah di zaman sekarang tidak hanya dilakukan di rumah ibadah, tetapi juga bisa di banyak tempat. Adapun kegiatan ceramah bisa dilakukan secara langsung ataupun direkam sehingga pendengar bisa melihat dari internet atau televisi.
Ciri-ciri kebahasaan ceramah
Struktur Teks Ceramah
1. Pendahuluan
  • Pembuka: bagian ini berisi salam pembuka, ucapan penghormatan, dan ucapan syukur.
  • Pengantar: bagian ini adalah paragraf pengantar yang mengarah pada topik. Biasanya pengantar berasal dari informasi atau berita yang faktual yang masih terkait dengan topik ceramah.
2. Isi Ceramah
  • Inti: berisi paparan dari penceramah, pandangan umum, ilustrasi dari materi yang disampaikan.
  • Gagasan: berisi ide besar yang ingin disampaikan kepada pendengar. Ceramah yang baik berisi satu gagasan besar yang kemudian dikembangkan dalam subtopik.
3. Penutup
  • Simpulan
  • Ucapan permintaan maaf
  • Salam penutup
Contoh Soal
Soal 1
Berikut ini adalah unsur-unsur ceramah, kecuali…
  1. Penceramah
  2. Pendengar
  3. Materi
  4. Metode
  5. Mekanisme
Jawaban : E
Pembahasan : Ada lima unsur ceramah, yaitu penceramah, pendengar, materi yang disampaikan, metode atau cara penyampaian ceramah, dan media yang digunakan untuk melakukan ceramah. Dengan demikian, jawaban yang tidak benar adalah E.
Soal 2
Ceramah dilakukan dengan maksud mengajak khalayak ramai melakukan ajakan, nasihat, atau petuah yang disampaikan oleh penceramah, hal itu karena ceramah bersifat …
  1. Persuasif
  2. Kreatif
  3. Rekreatif
  4. Naratif
  5. Deskriptif
Jawaban : A
Pembahasan : karena ceramah merupakan bagian dari pidato, ceramah juga bersifat persuasif. Hal itu karena ceramah bertujuan untuk menyebarkan ajaran-ajaran agama dengan harapan pendengar melakukan hal-hal yang disampaikan oleh penceramah. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.
Lanjut Baca
      edit
Published Agustus 06, 2019 by with 0 comment

Mengenal Teks Proposal Kegiatan


Bahasa Indonesia_11
Squad, kamu pernah menyaksikan pentas seni di sekolah? Kegiatan ini biasanya dilaksanakan dengan mengundang penyanyi-penyanyi terkenal untuk menghibur para siswa di sekolah. Pentas seni biasanya dilakukan ketika hari ulang tahun sekolah atau acara reuni para alumni. Namun, tahukan kamu bagaimana cara mengadakan suatu pentas seni di sekolah? Nah, kegiatan pentas seni pastinya diawali dengan menyusun sebuah proposal kegiatan. Apa itu proposal kegiatan dan seperti apa strukturnya? Yuk, kita pelajari.
Proposal kegiatan merupakan sebuah rencana yang dituangkan ke dalam bentuk rancangan kerja. Proposal ini dibuat sebelum suatu kegiatan dilaksanakan untuk mendapatkan izin atau juga mencari sponsor acara.
Struktur Teks Laporan Kegiatan
1. Nama Kegiatan
Nama kegiatan sama seperti halnya judul suatu tulisan. Maka, nama kegiatan harus dibuat semenarik mungkin sehingga dapat menimbulkan rasa ingin tahu pembaca. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nama kegiatan, antara lain:
  • Sesuai dengan topik kegiatan
  • Singkat, padat, dan jelas
  • Diungkapkan dalam bentuk frasa
2. Pendahuluan
Dalam bagian ini disajikan alasan mengapa suatu kegiatan harus dilaksanakan. Maka, penyusun proposal diharapkan dapat menunjukkan pentingnya pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan.
3. Tujuan
Tujuan berfungsi untuk mengarahkan dan memfokuskan aktivitas yang akan dilaksanakan.
4. Sasaran
Bagian ini berisi tentang lembaga, personil, organisasi, atau kelompok masyarakat tertentu yang akan menjadi peserta dari kegiatan.
5. Jadwal
Bagian ini memuat waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan.
6. Susunan Acara
Pada bagian susunan acara dijelaskan mengenai susunan kegiatan yang akan dilangsungkan.
7. Kepanitiaan
Bagian ini menyebutkan tentang susunan panitia yang bertanggung jawab melaksanakan acara.
8. Anggaran
Proposal yang baik haruslah selalu mencantumkan rincian biaya penyelenggaraan kegiatan. Sebaiknya biaya itu diperhitungkan secara logis dan realistis, baik itu pemasukan maupun pengeluarannya. Estimasi pembiayaan yang dibuat oleh seorang penyusun proposal akan menjadi pertimbangan calon penyandang dana atau donator. Anggaran biaya dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu persiapan, operasional, dan laporan.
9. Penutup
Penutup merupakan akhir dari pembicaraan perencanaan kegiatan. Maka, bagian ini merupakan 'rayuan' terakhir penyusun proposal kepada pembaca untuk menentukan diterima atau tidaknya sebuah proposal. Untuk itu pada bagian ini, penyusun proposal harus dapat memotivasi calon penyandang dana, donatur, sponsor, atau partisipan dengan cara menunjukkan rasa optimistis terhadap kegiatan yang direncanakan.
fungsi proposal kegiatan
Contoh Soal
Soal 1
Perhatikan teks berikut ini.
  1. Membuat surat undangan rapat
  2. Membentuk kepanitian lomba puisi
  3. Menyusun program kerja
  4. Pelaksanaan lomba
  5. Evaluasi kerja
Teks tersebut termasuk dalam bagian proposal, yaitu …..
  1. Kepanitiaan
  2. Susunan Acara
  3. Anggaran
  4. Penutup
  5. Tujuan
Jawaban: B
Lanjut Baca
      edit
Published Agustus 06, 2019 by with 0 comment

Cara Membuat Resensi Buku

Bahasa Indonesia_11
Squad, apakah kamu sudah pernah mendengar istilah resensi? Atau bahkan kamu pernah diminta guru untuk meresensi isi buku favorit kamu di kelas? Masih banyak yang belum mengenali apa itu resensi dan bagaimana cara membuat resensi yang baik. Nah, kali ini kita akan belajar tentang unsur-unsur resensi serta bagaimana cara membuatnya. Yuk, kita mulai.
Resensi adalah sebuah tulisan yang berisi tentang ulasan suatu buku. Kata resensi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu recensereyang artinya “melihat kembali”, “menimbang”, atau “menilai”.
Unsur-unsur Resensi
  1. Judul Resensi Buku
  2. Data Buku
Data buku biasanya disusun sebagai berikut.
  • Judul buku
  • Pengarang
  • Penerbit
  • Tahun terbit beserta cetakannya
  • Tebal buku
  • Harga buku
  1. Pembukaan Resensi (lead)
  2. Isi Resensi Buku
  3. Penilian Kelebihan dan Kekurangan Buku
  4. Penutup Resensi Buku
struktur teks resensi
Langkah-Langkah Meresensi Buku
  1. Mengenali semua aspek buku yang diresensi mulai dari tema, deskripsi isi buku, hingga jenis buku tersebut.  
  2. Membaca buku yang akan diresensi secara komprehensif, cermat, dan teliti.
  3. Menandai bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-bagian yang dikutip untuk dijadikan data.
  4. Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi.
  5. Menilai kualitas buku yang diresensi.
Saat menilai kualitas sebuah buku yang diresensi, berikut ini ialah sejumlah hal yang menjadi indikator penilaian.
  • Organisasi atau kerangka penulisan. Dalam hal ini, kita harus memerhatikan bagaimana sistematika buku tersebut, seperti penyusunan bab dan subbabnya.
Contoh kalimat yang berhubungan dengan organisasi dan kerangka penulisan: Buku ini mempunyai sistematika yang baik karena setiap bab disusun secara terstruktur sehingga pembaca lebih mudah mengikuti alur pemikiran dari penulisnya.
  • Isi pernyataan. Dalam hal ini, kita menilai bobot ide, analisis, penyajian data, dan kreativitas penulisnya dalam menulis buku tersebut.
Contoh kalimat yang berhubungan dengan isi pernyataan resensi: Penulis buku ini mampu menampilkan ide-ide yang unik karena bukunya lebih banyak menonjolkan aspek kearifan lokal.
  • Dalam hal ini, kita mengkritisi bagaimana pemakaian ejaan, penulisan kata, dan penyusunan kalimat di buku tersebut.
Contoh kalimat yang berhubungan dengan aspek kebahasaan buku: Buku ini tidak cocok dibaca oleh kalangan remaja karena di dalamnya terdapat banyak istilah-istilah akademik yang hanya bisa dipahami oleh kalangan mahasiswa atau dosen.
  • Aspek teknis. Dalam hal ini, kita mencermati bagaimana tata letak buku.
Contoh kalimat yang berhubungan dengan aspek teknis buku: Dari tata letaknya kita dapat mencermati bahwa buku ini disusun dengan cermat karena dipenuhi oleh ilustrasi yang mendukung penjelasan penulisnya.
Sebelum menilai, alangkah baiknya jika terlebih dahulu kita membuat semacam garis besar (outline) resensi itu. Outlinemembantu kita ketika menulis, mengoreksi, dan merevisi hasil resensi.
kaidah kebahasaan resensi
Contoh Soal
Soal 1
Berikut ini yang bukan termasuk langkah-langkah meresensi buku, yaitu ....
  1. pengenalan terhadap buku yang diresensi
  2. membaca buku yang akan diresensi secara cermat dan teliti
  3. menandai bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus
  4. membuat sinopsis buku yang akan diresensi
  5. mendiskusikan isi buku dengan penulisnya
Jawaban: E
Pembahasan:
Pilihan E bukan langkah dalam melakukan resensi karena penulis resensi tidak perlu mendiskusikannya kepada penulis asli. Semua itu dilakukan agar resensi yang dihasilkan bersifat lebih objektif.
Soal 2
Cermatilah kutipan resensi berikut.
Bahasa yang ditampilkan oleh penulis Gao Xin Jian sebetulnya mudah dipahami. Semua itu terjadi lantaran Gao memakai ungkapan sehari-hari yang umum dijumpai dalam obrolan masyarakat. Namun demikian, di situ juga terdapat banyak ungkapan bahasa daerah yang perlu mendapat catatan agar pembaca dari daerah lainnya dapat memahaminya.
Unsur yang dominan dari penggalan resensi tersebut adalah ....
  1. identitas buku
  2. sinopsis cerita
  3. kebahasaan pengarang
  4. keunggulan dan kelemahan
  5. kepengarangan
Jawaban: C
Lanjut Baca
      edit
Published Agustus 06, 2019 by with 0 comment

Mengenal Perbedaan Rangkuman dan Notula

Bahasa Indonesia_11

Squad, kamu pernah diminta untuk mencatat hasil rapat atau merangkum suatu materi? Nah, kali ini kita akan belajar mengenai cara membuat rangkuman suatu materi dan membuat notula. Masih banyak yang mengira bahwa rangkuman dan notula itu sama, padahal keduanya berbeda lho, Squad. Apa bedanya? Yuk, kita mulai pelajari.
Notula adalah catatan singkat mengenai jalannya rapat. Unsur-unsur notula rapat ditulis berdasarkan urutan materi dan tujuan rapat, waktu rapat, tempat rapat, peserta, acara rapat atau pelaksanaan, jalannya rapat, dan keputusan rapat atau hasil rapat.
Rangkuman adalah ringkasan dari suatu uraian pembicaraan atau tulisan. Rangkuman dimaksudkan agar seseorang dapat lebih mudah memahami isi uraian pembicaraan atau tulisan.
Dari pengertian di atas, apakah kamu sudah dapat membedakan antara rangkuman dan notula? Intinya adalah dalam notula catatan singkat yang dibuat harus berurutan dari awal hingga akhir, sedangkan saat membuat rangkuman tidak harus berurutan. Mudah ‘kan, Squad?
Langkah-langkah Membuat Notula
Agar dapat menulis notula secara baik, kita dapat memperhatikan langkah-langkah berikut.
  1. Tentukan terlebih dahulu format notulen yang lengkap sesuai kondisi dan keperluan rapat, seperti berikut ini.
  • Judul notula yang berisi organisasi penyelenggara rapat.
  • Keterangan penyelenggaraan rapat yang meliputi tempat rapat, tanggal dan waktu penyelenggaraan, pemimpin rapat, acara rapat, dan peserta rapat.
  • Pelaksanaan rapat yang meliputi pembukaan, sambutan, pemaparan, sesi tanya-jawab, dan penutup.
  • Penandatanganan notula.
  1. Catat seluruh proses rapat yang diikuti apa adanya dengan tidak menambah atau mengurangi materi.
  2. Catat simpulan atau kesepakatan yang terjadi dalam rapat tersebut secara cermat.
  3. Tulislah notulen tersebut secara rapi, dengan memperhatikan penulisan kalimat dan penggunaan bahasa yang mudah dipahami, serta penggunaan tanda baca yang tepat.
fungsi notula
Langkah-langkah Membuat Rangkuman
  1. Membaca naskah asli atau menyimak suatu diskusi sampai tuntas.
  2. Mencatat gagasan penting yang terdapat dalam naskah atau diskusi.
  3. Membuat reproduksi, yaitu menyusun kembali suatu karangan singkat berdasarkan gagasan-gagasan penting yang diperoleh ketika membaca atau menyimak suatu materi secara teliti tersebut.
Contoh Soal
Soal 1
Cermatilah penggalan kalimat berikut.
Sesuai dengan kesepakatan bersama, kegiatan bakti sosial akan diadakan pada awal bulan depan.
Penggalan di atas merupakan bagian notula rapat, yaitu....
  1. pembukaan  
  2. penjelasan
  3. sambutan
  4. tanggapan
  5. keputusan
Jawaban: E
Pemabahasan: berdasarkan maknanya, kalimat tersebut menyatakan keputusan rapat karena menunjukkan ketegasan yang sudah final.
Soal 2
Kalimat simpulan rapat yang tepat adalah ....
  1. Rapat menyimpulkan bahwa keputusan akhir terserah pada semua peserta rapat.
  2. Bagaimana pun keputusan ini baru merupakan langkah awal.
  3. Berdasarkan kesepakatan dan pertimbangan bersama, peserta rapat menyimpulkan bahwa semua siswa kelas II dinyatakan naik kelas.
  4. Tiada gading yang tak retak. Jadikanlah keputusan ini sebagai langkah awal program kerja kita.
  5. Apapun yang terjadi kita harus tetap mendukung keputusan rapat secara sukarela, ikhlas, dan setia.
Jawaban: C
Pembahasan: kalimat simpulan yang terpat ditunjukkan pada opsi C karena isinya menyatakan sebuah putusan yang sudah disepakati sebelumnya.
Lanjut Baca
      edit